| Taufik Hidayat | |
|---|---|
| Informasi pribadi | |
| Tanggal lahir | 10 Agustus 1981 (umur 29) |
| Tempat lahir | Bandung, Jawa Barat, Indonesia |
| Tinggi | 1.76 m (5 ft 9 in) |
| Berat | 64 |
| Tunggal | |
| Asal negara | |
| Pegangan tangan | Kanan |
| Pelatih | Mulyo Handoyo |
| Ranking dunia tertinggi | 1 (1998) |
| Ranking dunia saat ini | 5 (25-April-2010) |
| Profil di BWF | |
| Catatan medali | |||
|---|---|---|---|
| Bulu tangkis Pria | |||
| Emas | Olimpiade Athena 2004 | Tunggal Pria | |
Taufik Hidayat (lahir di
Bandung, Jawa Barat, 10 Agustus 1981; umur 29 tahun) adalah pemain bulu
tangkis tunggal putra dari Indonesia yang berasal dari klub SGS
Elektrik Bandung dengan tinggi badan 176 cm.
Putra pasangan Aris Haris dan Enok
Dartilah ini adalah peraih medali emas untuk Indonesia pada Olimpiade
Athena 2004 dengan mengalahkan Seung Mo Shon dari Korea Selatan di babak
final. Pada 21 Agustus 2005, dia menjadi juara dunia dengan mengalahkan
permain peringkat 1 dunia, Lin Dan di babak final, sehingga menjadi
pemain tunggal putra pertama yang memegang gelar Kejuaraan Dunia Bulu
Tangkis dan Olimpiade pada saat yang sama. Selain itu, ia juga sedang
memegang gelar juara tunggal putra Asian Games (2002, 2006). Ia
tampil di Olimpiade Beijing 2008, namun langsung kalah di pertandingan
pertamanya, melawan Wong Choong Hann di babak kedua.
Selain itu, dia juga telah enam kali menjuarai Indonesia Terbuka: 1999, 2000, 2002, 2003, 2004, dan 2006.
Pengalaman lainnya antara lain pada Piala
Thomas (2000, 2002, 2004, 2006, dan 2008) serta Piala Sudirman (1999,
2001, 2003, dan 2005).
Ia menikahi Ami Gumelar, putri Agum
Gumelar dan Linda Amalia Sari. Mereka telah dikaruniai seorang putri
pada tanggal 3 Agustus 2007, yang kemudian diberi nama Natarina Alika
Hidayat. Kelahiran putrinya ini tepat beberapa hari sebelum ia berangkat
ke Kuala Lumpur, Malaysia untuk mengikuti Kejuaraan Dunia. Kemudian
mereka telah dikaruniai seorang putra pada tanggal 11 Juni 2010, yang
kemudian diberi nama Nayutama Prawira Hidayat.[1][2]
Taufik kemudian mundur dari Pelatnas
Cipayung pada 30 Januari 2009. Setelah itu ia menjadi pemain
profesional. Beberapa waktu lalu ia juga menjalin bisnis dengan Yonex
dalam pengadaan alat olahraga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar