Kamis, 27 Maret 2014

Teknik Melakukan Smash



Teknik Melakukan Smash
Smash
Pukulan overhead (atas) yang
diarahkan ke bawah dan
dilakukan dengan tenaga penuh.
Pukulan ini di klasifikasikan
sebagai pukulan menyerang.
Tujuan utamanya untuk
mematikan lawan. Pukulan
smash adalah bentuk pukulan
keras yang sering digunakan
dalam permainan bulutangkis.
Sifat pukulan ini ialah kuat,
pantas dan cepat menuju lantai
gelanggang lawan, pukulan ini
memerrlukan aspek kekuatan
otot bahu, lengan, dan
fleksibiliti pergelangan tangan
serta koordinasi gerak tubuh
yang baik.
Dalam permainan, pukulan
smash dapat dilakukan dalam
keadaan berdiri atau sambil
melompat (King Smash).
Pukulan smash boleh
dibagikan kepada yang
berikut :
- Pukulan smash penuh
-
Pukulan smash potong
- Pukulan backhand
- Pukulan smash melepasi
kepala
Teknik pukulan smash perlu
dilatih secara berkala dengan
teknik yang betul dan tepat
untuk mendapatkan cara
pukulan yang sempurna.Ia
sangat penting untuk
meningkatkan kualiti permainan.
Perkara yang Perlu Diperhatikan
1. Biasakan bergerak cepat
untuk mengambil posisi pukul
yang tepat.
2. Perhatikan cara memegangan
raket.
3. Kebolehan badan untuk
melentur, kedua lutut
dibengkokkan dan tumpuan
pada pergelangan tangan.
4. pegangan raket dan
hanyunan di atas kepala dengan
cara meluruskan lengan untuk
menjangkau bulu tangkis sebagai
sasaran setinggi mungkin dan
menggunakan tenaga
pergelangan tangan pada saat
memukul bulu tangkis.
5. Akhiri rangkaian gerakan
pukulan tadi dengan gerak
ayunan raket yang sempurna ke
depan badan.

Selasa, 25 Maret 2014

Djarum Sirnas Batam 2014] Ridho/Putri dan Vicky/Rofahadah Melenggang

Djarum Sirnas Batam 2014] Ridho/Putri dan Vicky/Rofahadah Melenggang
Selasa, 25/03/2014 | 08:09 WIB

Dua pasangan campuran taruna PB Djarum berhasil mengalahkan lawan-lawan pada laga babak pertama turnamen Djarum Sirkut Nasional Batam 2014. Mereka pun menang dengan dua game langsung. Pasangan itu adalah Ridho Bianto Putro/Rahmadhani Hastiyanti Putri dan Vicky Rizky Pratama/Rofahadah Supriadi Putri.

Ridho/Putri berhasil menundukan pasangan Yudistira Prima/Shinta Dwi Herlinayanti pada pertandingan yang berlangsung di GOR Banda Baru, Batam. Dalam waktu 32 menit, pasangan PB Djarum ini menang dua game langsung dengan skor 21-17 dan 21-12. Walaupun menang, Ridho/Putri mengaku gugup dan kaget di game pertama. Pasalnya, sempat ada perlawanan dari lawan.

“Game pertama, saya rada kaget. Lawan menekan kami. Tapi kami mencoba untuk sabar dan mencoba menekan balik. Kami pun baru bertemu dengan pasangan itu. Cuma, saya pernah bertemu dengan pasangan wanita. Setidaknya tahu cara permainan dia,“ ungkap Ridho saat usai bertanding.

Hal senada pun terlontar dari bibir Putri. Menurut Putri, di game pertama ia merasa gugup karena mendapat perlawanan. mereka pun mencoba bangkit dan yakin dengan kemampuannya. Kunci kemenangannya adalah modal main nekat.

Kemenangan Ridho/Putri diikuti oleh pasangan Vicky/Rofahadah. Mereka pun mampu mengatasi permainan pasangan asal klub Banda Baru Batam, Marjuki/Dwita Anisa Harnis. Mereka hanya butuh waktu 23 menit, untuk memenangi laga pertama ini dengan dua game langsung, 21-14 dan 21-17.

“Masih kurang cepat mainnya, sering mengikuti pola permainan lawan. Bahkan bola terlalu mengangkat, jadi lawan mudah menyerang. Saya ubah pola bermain. Nyolong start duluan. Akhirnya bisa diatasi. Hari ini saya belum in mainnya. Untuk besok harus bisa main lebih baik dari sekarang. Karena lawan dibabak kedua pastinya lebih bagus dari sekarang,” sahut Rafahadah.

Vicky pun menambahkan bahwa game pertama mereka mampu mengontrol permainan. Namun di game kedua, mereka mendapat tekanan dari lawan. Bahkan, mereka ketinggalan dalam perolehan angka, 12-15. Mereka pun mencoba untuk mengubah pola bermain. Hasilnya angka per angka diraih dan mampu mengakhiri game kedua.

Maju ke babak kedua, Ridho/Putri akan bertemu pasangan unggulan kedelapan asal klub PB Mutiara Bandung, Anbiya Bramasta/Bunga Fitriani. Sebelumnya pasangan Mutiara Bandung ini menang atas pasangan Farhat Ramadhan/Aghisna Fatkhul Laili. Mereka menang dua game langsung, 21-8 dan 21-18.

Sedangkan pasangan Vicky/Rofahadah akan bertemu dengan pasangan unggulan keempat, asal klub PB Jaya Raya Suryanaga, Richard Kuncoro/Meirisa Cindy Sahputri. Pasangan Jaya Raya Suryanaga ini mendapat keuntungan. Pasalnya, di laga pertama mereka menang tanpa bertanding. (DS)

Djarum Sirnas Batam 2014] Tiga Pasangan Campuran Taruna PB Djarum Melaju

Djarum Sirnas Batam 2014] Tiga Pasangan Campuran Taruna PB Djarum Melaju
Selasa, 25/03/2014 | 07:32 WIB

Tiga pasangan campuran taruna PB Djarum maju kebabak kedua turnamen Djarum Sirkuit Nasional Batam 2014 setelah mereka mampu menundukkan lawan-lawannya. Ketiga pasangan ini yaitu, Angger Sudrajat/Felicia Parmenas, Tedi Supriadi/Jessica Shohan Koesworo dan Jeka Wiratama/Chintia Rhizta Andreti.

Berlaga di GOR Banda Baru, pasangan Angger/Felicia mampu menaklukkan pasangan asal klub PB Mutiara Bandung, Agus Salim/Anggelica Caroline. Walaupun Angger/Felicia menang dua game langsung, mereka harus sedikit menguras tenaga. Bahkan, Felicia sering melakukan kesalahan dalam pengembalian bolanya. Skor dipertandingan ini yaitu 21-17 dan 21-19 untuk kemenangan Angger/Felicia.

Felicia, usai tanding mengatakan bahwa dirinya sempat panik saat bertanding tadi. Bahkan di game kedua, ketika lawan sempat mengejar perolehan angka menjadi 11-12. Mereka pun mencoba merubah irama bermain. Dan hasilnya, angka per angka pun dapat diperolehnya. Hingga memenangkan pertandingan ini.

“Setelah kami memimpin angka 11-4 di game kedua. Saya melakukan kesalahan dan kesalahan itu pun terulang hingga lawan mampu menyusul angka kami. Tidak mau kalah, kami coba mainnya mati-matian. Pokoknya kemana bola itu jatuh harus kami dapat. Lawan pun bermain bagus. Apalagi, pemainan Agus. Dia mengunakan tanggan kidal jadi susah mengatur permainannya,” tambah Felicia.

Sedangkan pasangan Tedi/Jessica berhasil menundukan pasangan Diva Arsila/Asnan Mahardika. Dalam waktu 28 menit, Tedi/Jessica menang dua game langsung dengan skor 21-18 dan 21-18. Menurut Jessica, kunci kemenangan hari ini adalah bermain menyerang dan percaya diri. Memang mereka perlu menguras tenaga untuk memenangkan pertandingan ini.

“Lawan lumayan bagus mainnya tetapi sering mati-mati sendiri. Angka kami kebanyakan dari kesalahan mereka. Di Makassar kemarin kami pernah bertemu dengan pemain putranya. Sedikit tahu lah permainan mereka,” tambah Jessica.

“lawan lumayan mainnya. Di Makassar kemarin kita sudah pernah ketemu. Tapi menangnya pun juga rubber. Kunci kemenangan tadi yaitu kita mainnya sabar dan tetap fokus saat bermain,” Ujar Tedi.

Berbeda dari kedua pasangan tersebut, pasangan Jeka/Chintia menang dengan mudah. Mereka hanya butuh 19 menit, untuk menghentikan langkah pasangan Febrizky Yafi/Ade Magfiroh. Mereka menang dua game langsung, skornya 21-11 dan 21-9. Jeka mengaku bahwa mereka tadi bermain lepas tanpa ada beban dan terutama tetap bermain fokus di lapangan tadi.

Keberhasilan ketiga pasangan ini, tidak dapat diikuti oleh pasangan Galang Decky Ramadhan/Mychelle Crhystine Bandaso. Pasalnya pasangan ini harus menyerah dari pasangan Muhamad Aria Wijaya/Monica Nggiu. Galang/Mychelle kalah melalui pertandingan rubber game dengan skor 14-21, 21-18 dan 15-21.

“Tadi mainnya sudah mau berani adu. Tapi saya sama patrner kadang masih banyak mati sendiri. Mainnya pun kurang berani menyerang. Masih kurang komunikasi sama patner tadi,” sahut Mychelle. (DS)

Djarum Sirnas Batam 2014] Dua Ganda Pemula Putri ke Babak Kedua.

Djarum Sirnas Batam 2014] Dua Ganda Pemula Putri ke Babak Kedua.
Selasa, 25/03/2014 | 07:52 WIB

Dari tiga wakil ganda pemula putri yang bertanding di laga pertama. Hanya dua ganda yang mampu bertahan dan melaju ke babak kedua turnamen Djarum Sirkuit Nasional Batam 2014. Kedua ganda putri ini berhasil mengalahkan lawan-lawannya, dengan dua game langsung. Mereka itu adalah Atika Sita Resmi/Indah Cahya Lestari dan Mia Dian Nurlia/Ribka Sugiarto.

Hanya dalam waktu 19 menit, Atika/Indah mampu menaklukkan Dinda Dwi Cahyaning/Stephanie Widjaja pada pertandingan yang berlangsung di GOR Banda Baru, Batam ini. Mereka menang dengan dua game langsung, 21-19 dan 21-13. Menurut Atika, game pertama, mereka kurang berkomunikasi makanya sempat ada perlawanan. Bahkan, banyak melakukan kesalahan sendiri.

“Tadi saya merasa kurang puas mainnya. Karena sering mati-mati sendiri. Bolanya banyak yang keluar. Pokoknya mainnya jorok. Namun kami tetap semangat. Fokus disetiap satu angka dan berusaha mengurangi kesalahan. Saya pun berharap, di babak kedua nanti harus lebih baik dari hari ini. Kesalahan hari ini harus bisa dikurangi. Terus belajar bermain didepan net dan belajar menurunkan bolanya,” Sahut Indah.

Setelah Atika/Indah, giliran pasangan Mia/Ribka pun maju kebabak kedua. Pasangan ini mampu mengalahkan pasangan Eprilia Mega As/Gabriella Juliana Zm dengan dua game langsung. Game pertama, pasangan ini sejak awal sudah menekan pertahanan lawan. Hanya saja di angka kritis sering melakukan kesalahan. Bahkan, di game kedua pun, kesalahan ini terulang kembali di angka kritis juga. Pasangan ini menang dengan skor 21-14 dan 21-12.

Mia, usai bertanding mengakui bahwa ia merasa tegang ketika diangka 19. Mereka banyak melakukan kesalahan. Bermodalkan semangat dan bermain aman. Akhirnya, mereka mampu menuntaskan dan meraih game pertama. Setelah sudah bisa mengendalikan permainan, percaya diri mereka pun timbul. Lagi-lagi di angka 19, game kedua, kesalahannya pun terulang kembali. Dengan modal keyakinan, game ini pun dapat direbutnya.

“Benar, pada angka 19 di game pertama maupun di game kedua, permainan kami kurang dapat. Bahkan, permainan net-nya  sering mati-mati sendiri. Setelah berhasil meraih game pertama, sudah bisa mengkunci permainan depan. Lebih bisa mengkontrol permainan lawan. Saya pun berharap babak kedua nanti, bisa lebih baik dari sekarang, bisa menyerang sejak awal dan bisa bermain aman lagi,”
sahut Indah.

Sementara itu, pasangan Agatha Emanuel/Alya Rahma Mulyani harus menerima pil pahit. Pasalnya, di laga pertama mereka tunduk dari pasangan Aldila Rizky/Rayhan Vania Salsabila. Mereka kalah mudah dua game langsung dengan skor 9-21 dan 14-21. (DS)

Malaysia Open Grand Prix Gold 2014] Febe Target Lolos Empat Besar

Malaysia Open Grand Prix Gold 2014] Febe Target Lolos Empat Besar
Selasa, 25/03/2014 | 08:30 WIB

Sumber foto: badmintonindonesia.org
Atlet Indonesia besutan PB Djarum, Maria Febe Kusumastuti memasang target untuk bisa melaju ke babak semifinal turnamen Malaysia Open Grand Prix Gold 2014. Turnamen ini dilangsungkan pada 25-30 Maret 2014 di stadion Perbandaran Pasir Gudang, Johor.

Di partai pembuka, Febe akan berhadapn dengan Chen Jiayuan asal Singapura. Jika lolos dari hadapan Chen, Febe kemungkinan besar akan ditunggu oleh Deng Xuan asal China di babak 16 besar.

“Target saya di turnamen ini adalah bisa lolos ke babak semifinal. Kalau bertanding di turnamen level grand prix gold harus masuk ke babak empat besar. Sedangkan di turnamen level international challenge, targetnya adalah juara. Untuk kelas super series, setidaknya babak delapan besar,” jelas Febe kepada badmintonindonesia.org.

Sang pelatih pun melihat bahwa Febe masih memiliki peluang untuk bisa memenuhi targetnya. “Saya rasa Febe tetap punya peluang untuk mengalahkan Deng, di pertemuan terakhir dia bisa menang,” ujar Sarwendah Kusumawardhani, sang pelatih.

Skor pertemuan sementara sama kuat 1-1 untuk Febe dan Deng. Pada pertemuan terakhir di Dutch Open Grand Prix 2013, Febe sukses menaklukkan Deng dengan skor 11-21, 21-19, 22-20. Kemenangan ini sekaligus membalas kekalahan Febe di Indonesia Open Grand Prix Gold 2012. Saat itu Febe kalah straight game, 16-21, 14-21.

Disisi lain, wakil merah putih lainnya, Aprilia Yuswandari akan berhadapan dengan wakil tuan rumah di babak pertama yaitu Tee Jing Yi. Pertemuan ini merupakan kesempatan buat Aprilia untuk membalas kekalahan di dua pertemuan sebelumnya.

“Aprilia itu tipe pemain serang, jadi dia sebetulnya lebih senang untuk bertemu dengan pemain dengan tipe reli. Sementara Tee adalah pemain serang dengan jumping smash yang cukup baik. Namun, saya kira Aprilia sudah siap untuk melawan Tee,” ungkap Sarwendah.

Terdapat delapan wakil tunggal putri Indonesia yang akan berjuang di turnamen berhadiah total 120 ribu dollar AS ini. Selain Febe dan Aprilia, ada juga wakil dari PB Djarum seperti Febby Angguni, Dinar Dyah Ayustine, dan Ana Rovita, ditambah wakil dari Klub Kawasaki Malayisa asal Indonesia, Milicent Wiranto serta Yulia Yosephine Susanto dan tunggal andalan PB Jaya Raya Adrianti Firdasari. (IR)


Selasa, 25/03/2014 | 08:30 WIB

Sumber foto: badmintonindonesia.org
Atlet Indonesia besutan PB Djarum, Maria Febe Kusumastuti memasang target untuk bisa melaju ke babak semifinal turnamen Malaysia Open Grand Prix Gold 2014. Turnamen ini dilangsungkan pada 25-30 Maret 2014 di stadion Perbandaran Pasir Gudang, Johor.

Di partai pembuka, Febe akan berhadapn dengan Chen Jiayuan asal Singapura. Jika lolos dari hadapan Chen, Febe kemungkinan besar akan ditunggu oleh Deng Xuan asal China di babak 16 besar.

“Target saya di turnamen ini adalah bisa lolos ke babak semifinal. Kalau bertanding di turnamen level grand prix gold harus masuk ke babak empat besar. Sedangkan di turnamen level international challenge, targetnya adalah juara. Untuk kelas super series, setidaknya babak delapan besar,” jelas Febe kepada badmintonindonesia.org.

Sang pelatih pun melihat bahwa Febe masih memiliki peluang untuk bisa memenuhi targetnya. “Saya rasa Febe tetap punya peluang untuk mengalahkan Deng, di pertemuan terakhir dia bisa menang,” ujar Sarwendah Kusumawardhani, sang pelatih.

Skor pertemuan sementara sama kuat 1-1 untuk Febe dan Deng. Pada pertemuan terakhir di Dutch Open Grand Prix 2013, Febe sukses menaklukkan Deng dengan skor 11-21, 21-19, 22-20. Kemenangan ini sekaligus membalas kekalahan Febe di Indonesia Open Grand Prix Gold 2012. Saat itu Febe kalah straight game, 16-21, 14-21.

Disisi lain, wakil merah putih lainnya, Aprilia Yuswandari akan berhadapan dengan wakil tuan rumah di babak pertama yaitu Tee Jing Yi. Pertemuan ini merupakan kesempatan buat Aprilia untuk membalas kekalahan di dua pertemuan sebelumnya.

“Aprilia itu tipe pemain serang, jadi dia sebetulnya lebih senang untuk bertemu dengan pemain dengan tipe reli. Sementara Tee adalah pemain serang dengan jumping smash yang cukup baik. Namun, saya kira Aprilia sudah siap untuk melawan Tee,” ungkap Sarwendah.

Terdapat delapan wakil tunggal putri Indonesia yang akan berjuang di turnamen berhadiah total 120 ribu dollar AS ini. Selain Febe dan Aprilia, ada juga wakil dari PB Djarum seperti Febby Angguni, Dinar Dyah Ayustine, dan Ana Rovita, ditambah wakil dari Klub Kawasaki Malayisa asal Indonesia, Milicent Wiranto serta Yulia Yosephine Susanto dan tunggal andalan PB Jaya Raya Adrianti Firdasari. (IR)

Malaysia Open Grand Prix Gold 2014] Wisnu Waspadai Iskandar

[Malaysia Open Grand Prix Gold 2014] Wisnu Waspadai Iskandar
Selasa, 25/03/2014 | 08:43 WIB

Sumber foto: badmintonindonesia.org

Atlet tunggal putra Indonesia, Wisnu Yuli Prasetyo akan menjadi salah satu harapan merah putih untuk mendulang gelar dan pengalaman di Malaysia Grand Prix Gold 2014. Di babak pertama, atlet asal Jawa Timur ini akan berhadapan dengan Iskandar Zulkarnain Zainuddin asal tuan rumah.

Meskipun ini akan menjadi pertemuan ketiga bagi dua tunggal ini, dimana di dua laga sebelumnya Wisnu selalu berhasil menaklukan harapan negeri jiran itu. Pertemuan pertama mereka terjadi di tahun 2012 silam, dimana kala itu Wisnu berhasil menyingkirkan Iskandar dengan skor 21-14 dan 21-14 di Malaysia International Challenge, sementara di tahun 2013 lalu, Wisnu menghapus harapan Iskandar untuk mendulang medali di ajang SEA Games. Wisnu kembali menaklukkan Iskandar dengan dua game langsung 21-10 dan 21-15.

Meski mengantongi dua kemenangan ini, Wisnu tak lantas menganggap remeh lawan. “Dua kali bertemu bisa menang dari dia, saya sudah tahu permainan lawan seperti apa. Tetapi saya tidak mau meremehkan, mungkin saja lawan sudah ada kemajuan. Jadi saya harus selalu siap,” ujar Wisnu kepada badmintonindonesia.org.

Sang Pelatih, Joko Santoso sendiri menargetkan Wisnu untuk bisa menembus babak semifinal pada turnamen berhadiah total 120 ribu dollar AS ini. “Kami harapkan Wisnu bisa menembus babak semifinal,” ujar Joko singkat.

Pada turnamen German Open Grand Prix Gold 2014, Wisnu sempat menyulitkan Marc Zwiebler, pemain rangking 11 dunia yang juga andalan Jerman. Wisnu memaksa Zwiebler bermain rubber game, 14-21, 21-16, 21-23.

Selain Wisnu, nomor tunggal putra juga diwakili Simon Santoso, Alamsyah Yunus, Alrie Guna Dharma, Andre Marteen, Thomi Azizan Mahbub, Setyaldi Putra Wibowo, Rudi Cahyadi Budhiawan, Andrew Susanto, Kho Henrikho Wibowo, Kaesar Akbar, serta Nathaniel Ernestan Sulistyo. (IR)

Malaysia Open Grand Prix Gold 2014] Jordan Kembali Bidik Gelar Juara di Malaysia

[Malaysia Open Grand Prix Gold 2014] Jordan Kembali Bidik Gelar Juara di Malaysia
Selasa, 25/03/2014 | 09:40 WIB

Sumber foto: badmintonindonesia.org
Tahun lalu, Indonesia sukses menjadi juara di Malaysia Grand Prix Gold 2013 melalui tangan Praveen Jordan/Vita Marissa di nomor ganda campuran. Kali ini, pasukan merah putih pun menyiapkan diri untuk merebut kembali tahta ini. Sebanyak lima pasangan ganda campuran Indonesia berburu gelar pada turnamen Malaysia Open Grand Prix Gold 2014.

Indonesia akan diwakili oleh lima pasang ganda campuran. Dua diantaranya asal Pelatnas yakni Praveen Jordan/Debby Susanto dan Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja. Sementara, tiga pasangan lainnya merupakan wakil asal PB Djarum. Mereka adalah Muhammad Rijal/Vita Marissa, Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati, dan Didit Juang/Komala Dewi.
 
Meskipun tahun ini tampil dengan pasangan yang berbeda, Praveen berarap ia dapat mempertahankan gelar juara yang diraih tahun lalu bersama Vita Marissa.

“Mempertahankan gelar tidak semudah meraih gelar, lebih sulit. Apalagi sekarang saya tampil bersama partner baru. Kami juga belum punya peringkat yang bagus. Tetapi saya tetap optimis, pokoknya harus bisa tampil maksimal dan memperbaiki peringkat,” ujar Praveen seperti dilansir oleh badmintonindonesia.org.

“Kami lebih fokus ke mengumpulkan poin sebanyak mungkin, kalau target saya pribadi sih pasti maunya juara. Semua pemain kan inginnya jadi juara. Tetapi kami mau fokus satu demi satu pertandingan dulu, soalnya persiapan latihan sepulang dari Swiss Open agak mepet,” kata Debby menambahkan.

Pada babak pertama, Praveen/Debby ditunggu pasangan Taiwan, Lu Chia Pin/Cheng Chi Ya. Jika lolos, pasangan yang baru mulai bermain pada bulan Januari 2014 ini kemungkinan berjumpa rekan senegara sendiri, Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati.

Babak pertama akan dilangsungkan pada Rabu (26/3), sementara pada hari Selasa (25/3)  dimainkan babak kualifikasi. Pasangan Didit Juang/Komala Dewi mesti merangkak dari babak kualifikasi melawan Wang Chia Min/Ya-Han Chang (Taiwan). (IR)

BADMINTON SCHOOL

 
Syarat Pendaftaran Audisi Umum :
  • WNI (Warga Negara Indonesia) Usia 10 tahun s/d 15 tahun (putra / putri), diprioritaskan untuk usia 12 s/d 13 tahun.
  • Telah mengisi formulir pendaftaran.
  • Wajib memiliki teknik dasar bermain bulutangkis
  • Sehari sebelum Audisi Umum Atlet PB Djarum dimulai diwajibkan untuk melakukan daftar ulang untuk mendapatkan nomor peserta.
  • Biaya akomodasi ditanggung oleh atlet sendiri / orangtua / pendamping.
  • Tanpa dipungut biaya pendaftaran.
    Berkas Pendaftaran Yang Bawa saat Registrasi Ulang :
    • Foto copy akte kelahiran.
    • Foto copy Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) SD.
    • Foto copy Raport SD.
    • Foto berwarna 4 x 6 (1 lembar).
    Pada tahun 2014 ini, Audisi Umum akan dilaksanakan pada :
    Hari Jumat, 5 September 2014 sampai dengan hari Minggu, 7 September 2014.
    Bagi pendaftar diwajibkan daftar ulang pada hari Kamis, 4 September 2014.
    Pendaftaran dan pendaftaran ulang untuk kelengkapan administrasi/berkas ditutup pada hari Kamis, 4 September 2014 pukul 17.00 WIB. Peserta/atlet akan mendapatkan nomor pendaftaran.
    Perlengkapan peserta/atlet yang harus dibawa untuk Audisi Umum: Raket, Sepatu dan Pakaian Olahraga.
    Jadwal Pelaksanaan Audisi Umum :
    Jumat, 5 September 2014
    pukul 08.00 WIB s/d selesai
      • Penjelasan umum kepada para peserta audisi.
      • Tes Tahap 1 :
        Peserta akan diberikan waktu bermain bulutangkis selama 10-15 menit. Tujuan tes tahap 1 adalah untuk mengetahui teknik dasar bermain bulutangkis dengan postur tubuh calon atlet tersebut. Bila lolos tahap 1 akan maju ke tahap 2. (Pengumuman dilakukan satu jam setelah proses tes tahap 1 selesai).
    Jumat, 6 September 2014
    pukul 08.00 WIB s/d selesai
      • Tes Tahap 2 :
        Peserta akan diberikan waktu bermain bulutangkis selama 20 menit. Tujuan tes tahap 2 sama seperti dalam tahap 1 ditambah dengan pukulan - pukulan yang bisa mengontrol lawan atau bisa menyulitkan lawan. Bila lolos tahap 2 akan maju ke tahap 3 (Pengumuman dilakukan satu jam setelah proses tes tahap 2 selesai).
      • Tes Tahap 3 :
        Peserta akan bermain bulutangkis penuh sebanyak 2 kali dengan lawan berbeda. Tujuannya sama seperti tahap 1 dan 2 ditambah bagaimana daya juang peserta di lapangan, penerapan strategi bertanding, dan cara mengatasi kesulitan di lapangan.
    Jumat, 7 September 2014
    pukul 08.00 s/d 12.00 WIB
      • Tes Tahap 4 :
        Semua peserta yang lolos pada tes tahap 3 akan melanjutkan ke tes tahap 4 yaitu tes fisik.
      • Pengumuman hasil final tes tahap 3 dan 4 akan dilakukan satu jam setelah tahap ini selesai.
      • Bagi peserta yang lolos akan masuk ke tahap karantina selama seminggu.
      • Selama dalam masa karantina, PB Djarum menanggung akomodasi dan konsumsi. Peserta diwajibkan mengikuti segala tata tertib peraturan yang ditetapkan oleh PB Djarum.
      • Pengumuman hasil tahap karantina dikirim melalui telepon/email/surat paling lambat seminggu setelah selesainya tahap karantina ini.

REPUBLIKA.CO.ID,KUDUS--Siswa SMK Negeri 1 Kudus, Jawa Tengah, jurusan tata boga diwajibkan bisa menguasai cara membuat aneka kuliner khas Tanah Air yang berjumlah 30 jenis atau dikenal 30 ikon kuliner tradisional di Tanah Air.

Nasi Tumpeng jadi ikon kuliner tradisional Indonesia
REPUBLIKA.CO.ID,KUDUS--Siswa SMK Negeri 1 Kudus, Jawa Tengah, jurusan tata boga diwajibkan bisa menguasai cara membuat aneka kuliner khas Tanah Air yang berjumlah 30 jenis atau dikenal 30 ikon kuliner tradisional di Tanah Air.

"Saat ini, semua siswa jurusan tata boga kelas X dan XI sudah diajarkan cara membuat kuliner tradisional yang ditetapkan menjadi 30 ikon kuliner tradisional di Tanah air," kata Kepala SMK Negeri 1 Kudus, Sudirman, ditemui usai peresmian sekolah Kuliner Dapur Nusantara di SMKN 1 Kudus, di Kudus, Rabu.

Hadir pada acara peresmian tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu, Presiden Direktur Djarum Foundation Victor R Hartono, Bupati Kudus Musthofa, pakar kuliner William Wongso, dan Wakil Direktur Utama Bank Negara Indonesia Felia Salim.

Para siswa diajarkan cara membuat makanan khas Tanah Air dari berbagai daerah di Indonesia, katanya, setelah tiga guru SMKN 1 Kudus mengikuti pelatihan membuat 30 jenis masakan tradisional khas Tanah Air di Jakarta.

Biaya pelatihan tersebut, katanya, ditanggung oleh Djarum Foundation Bakti Pendidikan.
Selanjutnya, kata dia, pengalaman guru yang sudah mendapatkan pelatihan tersebut ditularkan kepada siswanya yang masih duduk di kelas X dan kelas XI.
:

Senin, 10 Maret 2014

BIODATA TAUFIK HIDAYAT

Taufik Hidayat
Informasi pribadi
Tanggal lahir 10 Agustus 1981 (umur 29)
Tempat lahir Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Tinggi 1.76 m (5 ft 9 in)
Berat 64
Tunggal
Asal negara Bendera Indonesia Indonesia
Pegangan tangan Kanan
Pelatih Mulyo Handoyo

Ranking dunia tertinggi 1 (1998)
Ranking dunia saat ini 5 (25-April-2010)
Profil di BWF
Catatan medali
Bulu tangkis Pria
Emas Olimpiade Athena 2004 Tunggal Pria
Taufik Hidayat (lahir di Bandung, Jawa Barat, 10 Agustus 1981; umur 29 tahun) adalah pemain bulu tangkis tunggal putra dari Indonesia yang berasal dari klub SGS Elektrik Bandung dengan tinggi badan 176 cm.
Putra pasangan Aris Haris dan Enok Dartilah ini adalah peraih medali emas untuk Indonesia pada Olimpiade Athena 2004 dengan mengalahkan Seung Mo Shon dari Korea Selatan di babak final. Pada 21 Agustus 2005, dia menjadi juara dunia dengan mengalahkan permain peringkat 1 dunia, Lin Dan di babak final, sehingga menjadi pemain tunggal putra pertama yang memegang gelar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis dan Olimpiade pada saat yang sama. Selain itu, ia juga sedang memegang gelar juara tunggal putra Asian Games (2002, 2006). Ia tampil di Olimpiade Beijing 2008, namun langsung kalah di pertandingan pertamanya, melawan Wong Choong Hann di babak kedua.
Selain itu, dia juga telah enam kali menjuarai Indonesia Terbuka: 1999, 2000, 2002, 2003, 2004, dan 2006.
Pengalaman lainnya antara lain pada Piala Thomas (2000, 2002, 2004, 2006, dan 2008) serta Piala Sudirman (1999, 2001, 2003, dan 2005).
Ia menikahi Ami Gumelar, putri Agum Gumelar dan Linda Amalia Sari. Mereka telah dikaruniai seorang putri pada tanggal 3 Agustus 2007, yang kemudian diberi nama Natarina Alika Hidayat. Kelahiran putrinya ini tepat beberapa hari sebelum ia berangkat ke Kuala Lumpur, Malaysia untuk mengikuti Kejuaraan Dunia. Kemudian mereka telah dikaruniai seorang putra pada tanggal 11 Juni 2010, yang kemudian diberi nama Nayutama Prawira Hidayat.[1][2]
Taufik kemudian mundur dari Pelatnas Cipayung pada 30 Januari 2009. Setelah itu ia menjadi pemain profesional. Beberapa waktu lalu ia juga menjalin bisnis dengan Yonex dalam pengadaan alat olahraga.

biodata wang yihan

 
Wang Yihan
Personal information
Date of birth January 18, 1988 (1988-01-18) (age 22)
Place of birth Shanghai, China
Height 178cm
Country China
Handedness Right
Coach People's Republic of China Zhang Ning

Women singles
Highest Ranking 1 (October 29, 2009)
Current Ranking 1 (July 15, 2010)
BWF Profile
Wang Yihan (simplified Chinese: 王仪涵; pinyin: Wáng yí hán, born in Shanghai; January 18, 1988[1]) is a professional female badminton player from China. Wang started her career with her coach Wang Pengren at only nine years of age. She was selected for the junior team in 2004, and after being promoted to the senior team in 2006 she began to shine in major tournaments.[2] She is currently coached by Zhang Ning, twice Olympics gold medalist. As of October 2009, Wang is the world number one.

Biodata Lin Dan

Lin Dan
Lin Dan.jpg
Personal information
Nickname(s) Super Dan
Birth name 林丹
Date of birth October 14, 1983 (1983-10-14) (age 27)
Place of birth People's Republic of China Longyan, Fujian, China
Height 1.78 m (5 ft 10 in)
Weight 70 kg (150 lb; 11 st)
Country China
Handedness Left

Men Singles
Highest Ranking 1 (February 26, 2004[1])
Current Ranking 3 (September, 2010)
BWF Profile
Medal record
Competitor for China
Men’s badminton
Olympic Games
Gold 2008 Beijing Men’s Singles
Asian Games
Gold 2006 Doha Team
Silver 2006 Doha Men’s Singles
Bronze 2002 Busan Team
World Championships
Gold 2009 Hyderabad Men’s Singles
Gold 2007 Kuala Lumpur Men’s Singles
Gold 2006 Madrid Men’s Singles
Silver 2005 Anaheim Men’s Singles
Sudirman Cup
Gold 2009 Guangzhou Team
Gold 2007 Glasgow Team
Gold 2005 Beijing Team
Silver 2003 Eindhoven Team
Thomas Cup
Gold 2010 Kuala Lumpur Team
Gold 2008 Jakarta Team
Gold 2006 Tokyo Team
Gold 2004 Jakarta Team
Bronze 2002 Guangzhou Team
Lin Dan (simplified Chinese: 林丹; traditional Chinese: 林丹; pinyin: Lín Dān; born October 14, 1983 in Longyan, Fujian) is a badminton player from China. Of Hakka ancestry, he has been nicknamed “Super Dan” (超级丹) by his fans.[2][3][4] While some consider Lin as the greatest player of his generation,[5] others hail him to be among the greatest of all time.[6][7]
Lin won the men’s singles gold medal at the 2008 Beijing Olympic Games (2008). He is the only male player in badminton history to have won three consecutive titles at the World Championships (2006, 2007 and 2009).[8] Lin was also a 4-time title holder of the All-England Open (2004, 2006, 2007 and 2009) and has helped China win four consecutive Thomas Cup (Men’s Team World Badminton Championships) (2004, 2006, 2008, and 2010) and three consecutive Sudirman Cup (World Team Championships) (2005, 2007, and 2009).

BIODATA LEE CHONG WEI


Lee Chong Wei
Lee Chong Wei82.jpg
Personal information
Date of birth October 21, 1982 (1982-10-21) (age 28)
Place of birth Georgetown, Penang
Height 1.70 m (5 ft 7 in)
Weight 60 kg (130 lb; 9.4 st)
Country Malaysia
Handedness Right
Coach Misbun Sidek

Men’s singles
Highest Ranking 1 (29 June 2006 – 20 July 2006,
24 August 2006
– 21 September 2006,
21 August 2008 –)
Current Ranking 1 (present)
BWF Profile
Olympic medal record
Competitor for Malaysia
Men’s badminton
Silver 2008 Beijing Men’s Singles
World Championships
Bronze 2005 Anaheim Men’s Singles
Sudirman Cup
Bronze 2009 Guangzhou Team
Thomas Cup
Bronze 2006 Sendai/Tokyo Team
Bronze 2008 Jakarta Team
Bronze 2010 Kuala Lumpur Team
Commonwealth Games
Gold 2006 Melbourne Mixed Team
Gold 2006 Melbourne Men’s Singles
Gold 2010 Delhi Mixed Team
Gold 2010 Delhi Men’s Singles
Datuk Lee Chong Wei (simplified Chinese: 李宗伟; traditional Chinese: 李宗偉; pinyin: Lǐ Zōngwěi, born in Georgetown, Penang; October 21, 1982[1]) is a professional badminton player from Malaysia who resides in Bukit Mertajam.[2] Lee won the silver medal in the 2008 Olympic Games, thus becoming the first Malaysian to reach the final of the men’s singles event and ending Malaysia’s Olympic medal drought since the 1996 Games. This achievement also earned him the title Datuk, and a description by Malaysian Prime Minister Najib Tun Razak as national hero.[3]
As a singles player, Lee was again ranked first worldwide on August 21, 2008.[4] He is the third Malaysian men’s singles shuttler after Rashid Sidek and Roslin Hashim to achieve such a ranking (since official rankings were first kept in the 1980s), and is the only Malaysian shuttler to hold the ranking for more than two weeks.
Lee is also the reigning All England champion.
Lee has won many international badminton titles in his career, including many Super Series titles. However, despite his status among the world’s elite, Lee has only managed to capture bronze (in 2005) at the BWF World Championships.

BIODATA SIMON SANTOSO

Simon Santoso
Santoso Simon.jpg
Simon Santoso
Informasi pribadi
Tanggal lahir 29 Juli 1985 (umur 25)
Tempat lahir Tegal, Jawa Tengah
Tinggi 1.75 m (5 ft 9 in)
Berat 65 kg (140 lb)
Tunggal putra
Asal negara Bendera Indonesia Indonesia
Pegangan tangan Kanan

Ranking dunia tertinggi 6 (16 November 2009 [1])
Ranking dunia saat ini 12 (18 Mei 2010 [2])

Simon Santoso (lahir di Tegal, Jawa Tengah, 29 Juli 1985; umur 25 tahun) adalah salah satu pemain bulu tangkis Indonesia. Saat ini putra dari pasangan Hosea Lim dan Rahel Yanti ini adalah anggota Thomas Cup Indonesia 2008 dan 2010 dan menjadi pemain tunggal ketiga dalam tim. Sebelumnya ia juga pernah memperkuat tim Thomas Cup Indonesia pada tahun 2004 dan 2006. Simon Santoso juga pernah melawan Sony Dwi Kuncoro dalam Indonesia Open. Simon menjadi pemain tuggal kedua menggantikan Sony Dwi Kuncoro yang mengalami cedera tulang punggung.

Prestasi

  • Medali emas SEA Games 2003, 2007

cara Terbaik untuk Mempersiapkan Kondisi Fisik Umum Pemain

Cara Terbaik untuk Mempersiapkan Kondisi Fisik Umum Pemain
1. Program Latihan Lari
Latihan lari sangat penting dan balk untuk mengasah kemampuan kerja jantung, paruparu, dan kekuatan tungkai. Membiasakan pemain berlatih lari selama 40-60 menit tanpa berhenti, yang dilakukan 3-4 kali seminggu, sangat baik untuk membina kemampuan daya tahan aerobik dan kebugaran umum pemain.
2. Program Latihan Senam
Bentuk-bentuk latihan senam peregangan untuk seluruh bagian tubuh dan persendian harus mendapat perhatian. Latihan peregangan hendaknya diselingi gerakan untuk memperkuat bagian tubuh bagian atas dan bawah yang dilakukan secara bergantian.
3. Program Latihan Loncat Tali
Latihan ini sangat balk untuk membina daya tahan, kelincahan kaki, dan kecepatan serta melatih kemampuan gerak pergelangan tangan lebih lentur dan kuat. Proses latihan dapat dilakukan de-ngan loncat satu kaki secara bergantian (seperti lari biasa), loncat dua kaki, dan masih banyak bentuk variasinya.
4. Program Latihan Gabungan
Model atau sistem pelatihan ini adalah menggunakan berbagai alat bantu seperti bangku, gawang ukuran kecil, tiang, tongkat, tali, bola, dan sebagainya. Tujuan latihan ini adalah membina dan meningkatkan kamampuan dan kete-rampilan gerak pemain sebagai upaya untuk pengkayaan gerak. Pelatih harus cermat dan terampil menciptakan rangkaian gerak yang ada hubungannya dengan gerakan-gerakan dalam permainan bulutangkis, di samping memberikan prioritas pada pembinaan aspek-aspek kelincahan, kegesitan, dan koordinasi gerak yang memang dibutuhkan dalam bulutangkis.

Apabila bercita-cita ingin menjadi pemain bulutangkis elite atau berprestasi

Teknik Dasar
Apabila bercita-cita ingin menjadi pemain bulutangkis elite atau berprestasi, maka harus menguasai bermacam-macam dasar bermain bulutangakis dengan benar. Oleh karena itu, hanya dengan modal berlatih tekun, disiplin, terarah dibawah bimbingan pelatih yang berkualifikasi baik, dapat menguasai berbagai teknik dasar bermain bulutangkis secara benar pula.
Namun, agar bisa bermain bulutangkis, seorang pemain harus bisa memukul kok, baik dari atas maupun dari bawah. Jenis-jenis pukulan yang harus dikuasai adalah servis, lob, dropshot, smes, netting, underhand, dan drive. Kesemua jenis pukulan tersebut harus dilakukan dengan menggunakan grip dan footwork yang benar. Buku ini mengajarkan dasar-dasar petunjuk praktis jenis pukulan di atas.

Bercita2 pemain badminton

Teknik Dasar
Apabila bercita-cita ingin menjadi pemain bulutangkis elite atau berprestasi, maka harus menguasai bermacam-macam dasar bermain bulutangakis dengan benar. Oleh karena itu, hanya dengan modal berlatih tekun, disiplin, terarah dibawah bimbingan pelatih yang berkualifikasi baik, dapat menguasai berbagai teknik dasar bermain bulutangkis secara benar pula.
Namun, agar bisa bermain bulutangkis, seorang pemain harus bisa memukul kok, baik dari atas maupun dari bawah. Jenis-jenis pukulan yang harus dikuasai adalah servis, lob, dropshot, smes, netting, underhand, dan drive. Kesemua jenis pukulan tersebut harus dilakukan dengan menggunakan grip dan footwork yang benar. Buku ini mengajarkan dasar-dasar petunjuk praktis jenis pukulan di atas.

Senin, 03 Maret 2014

LIEM SWIE KING

2. LIEM SWIE KING



Merupakan generasi emas kedua di tunggal putra. King dianggap penerus kejayaan yang ditinggal Rudy Hartono. Tiga kali gelar All England dan empat runner-up dirasakan pebulutangkis kelahiran Kudus, 28 Februari 1956 ini. Gaya smash yang dilakukannya sambil melompat menjadi cirikhasnya hingga melahirkan julukan King Smash. Semerti halnya Rudy Hartono, Liem Swie King pun pernah bermain film layer lebar berjudul “Sakura dalam Pelukan”. Bahkan jejak langkahnya difilmkan dengan judul “King”.

pemain legendaris rudy hartono kurniawan

Meskipun prestasi bulutangkis Indonesia sedang menurun tajam, namun beberapa nama pebulutangkis telah mengharumkan Merah-Putih. Bahkan diantaranya tergores dalam lembar sejarah di dunia. Berikut 5 pebulutangkis putra terbaik Indonesia sepanjang sejarah.


1. RUDY HARTONO KURNIAWAN



Sejarah menulisnya lebih singkat dengan Rudy Hartono. Hingga saat ini rekor 8 kali juara All England, 7 diantaranya direbut secara berturut turut belum bisa terpecahkan. Di luar All England, hampir semua gelar pernah diraihnya termasuk Thomas Cup dan World Cup yang terakhir dilakoninya pada 1980. Rudy juga pernah menerima Tanda Kehormatan Republik Indonesia Bintang Jasa Utama. Rudy juga pernah satu kali membintangi film layar lebar berjudul “Matinya Seorang Bidadari” pada tahun 1971.