Kamis, 27 Maret 2014

Teknik Melakukan Smash



Teknik Melakukan Smash
Smash
Pukulan overhead (atas) yang
diarahkan ke bawah dan
dilakukan dengan tenaga penuh.
Pukulan ini di klasifikasikan
sebagai pukulan menyerang.
Tujuan utamanya untuk
mematikan lawan. Pukulan
smash adalah bentuk pukulan
keras yang sering digunakan
dalam permainan bulutangkis.
Sifat pukulan ini ialah kuat,
pantas dan cepat menuju lantai
gelanggang lawan, pukulan ini
memerrlukan aspek kekuatan
otot bahu, lengan, dan
fleksibiliti pergelangan tangan
serta koordinasi gerak tubuh
yang baik.
Dalam permainan, pukulan
smash dapat dilakukan dalam
keadaan berdiri atau sambil
melompat (King Smash).
Pukulan smash boleh
dibagikan kepada yang
berikut :
- Pukulan smash penuh
-
Pukulan smash potong
- Pukulan backhand
- Pukulan smash melepasi
kepala
Teknik pukulan smash perlu
dilatih secara berkala dengan
teknik yang betul dan tepat
untuk mendapatkan cara
pukulan yang sempurna.Ia
sangat penting untuk
meningkatkan kualiti permainan.
Perkara yang Perlu Diperhatikan
1. Biasakan bergerak cepat
untuk mengambil posisi pukul
yang tepat.
2. Perhatikan cara memegangan
raket.
3. Kebolehan badan untuk
melentur, kedua lutut
dibengkokkan dan tumpuan
pada pergelangan tangan.
4. pegangan raket dan
hanyunan di atas kepala dengan
cara meluruskan lengan untuk
menjangkau bulu tangkis sebagai
sasaran setinggi mungkin dan
menggunakan tenaga
pergelangan tangan pada saat
memukul bulu tangkis.
5. Akhiri rangkaian gerakan
pukulan tadi dengan gerak
ayunan raket yang sempurna ke
depan badan.

Selasa, 25 Maret 2014

Djarum Sirnas Batam 2014] Ridho/Putri dan Vicky/Rofahadah Melenggang

Djarum Sirnas Batam 2014] Ridho/Putri dan Vicky/Rofahadah Melenggang
Selasa, 25/03/2014 | 08:09 WIB

Dua pasangan campuran taruna PB Djarum berhasil mengalahkan lawan-lawan pada laga babak pertama turnamen Djarum Sirkut Nasional Batam 2014. Mereka pun menang dengan dua game langsung. Pasangan itu adalah Ridho Bianto Putro/Rahmadhani Hastiyanti Putri dan Vicky Rizky Pratama/Rofahadah Supriadi Putri.

Ridho/Putri berhasil menundukan pasangan Yudistira Prima/Shinta Dwi Herlinayanti pada pertandingan yang berlangsung di GOR Banda Baru, Batam. Dalam waktu 32 menit, pasangan PB Djarum ini menang dua game langsung dengan skor 21-17 dan 21-12. Walaupun menang, Ridho/Putri mengaku gugup dan kaget di game pertama. Pasalnya, sempat ada perlawanan dari lawan.

“Game pertama, saya rada kaget. Lawan menekan kami. Tapi kami mencoba untuk sabar dan mencoba menekan balik. Kami pun baru bertemu dengan pasangan itu. Cuma, saya pernah bertemu dengan pasangan wanita. Setidaknya tahu cara permainan dia,“ ungkap Ridho saat usai bertanding.

Hal senada pun terlontar dari bibir Putri. Menurut Putri, di game pertama ia merasa gugup karena mendapat perlawanan. mereka pun mencoba bangkit dan yakin dengan kemampuannya. Kunci kemenangannya adalah modal main nekat.

Kemenangan Ridho/Putri diikuti oleh pasangan Vicky/Rofahadah. Mereka pun mampu mengatasi permainan pasangan asal klub Banda Baru Batam, Marjuki/Dwita Anisa Harnis. Mereka hanya butuh waktu 23 menit, untuk memenangi laga pertama ini dengan dua game langsung, 21-14 dan 21-17.

“Masih kurang cepat mainnya, sering mengikuti pola permainan lawan. Bahkan bola terlalu mengangkat, jadi lawan mudah menyerang. Saya ubah pola bermain. Nyolong start duluan. Akhirnya bisa diatasi. Hari ini saya belum in mainnya. Untuk besok harus bisa main lebih baik dari sekarang. Karena lawan dibabak kedua pastinya lebih bagus dari sekarang,” sahut Rafahadah.

Vicky pun menambahkan bahwa game pertama mereka mampu mengontrol permainan. Namun di game kedua, mereka mendapat tekanan dari lawan. Bahkan, mereka ketinggalan dalam perolehan angka, 12-15. Mereka pun mencoba untuk mengubah pola bermain. Hasilnya angka per angka diraih dan mampu mengakhiri game kedua.

Maju ke babak kedua, Ridho/Putri akan bertemu pasangan unggulan kedelapan asal klub PB Mutiara Bandung, Anbiya Bramasta/Bunga Fitriani. Sebelumnya pasangan Mutiara Bandung ini menang atas pasangan Farhat Ramadhan/Aghisna Fatkhul Laili. Mereka menang dua game langsung, 21-8 dan 21-18.

Sedangkan pasangan Vicky/Rofahadah akan bertemu dengan pasangan unggulan keempat, asal klub PB Jaya Raya Suryanaga, Richard Kuncoro/Meirisa Cindy Sahputri. Pasangan Jaya Raya Suryanaga ini mendapat keuntungan. Pasalnya, di laga pertama mereka menang tanpa bertanding. (DS)

Djarum Sirnas Batam 2014] Tiga Pasangan Campuran Taruna PB Djarum Melaju

Djarum Sirnas Batam 2014] Tiga Pasangan Campuran Taruna PB Djarum Melaju
Selasa, 25/03/2014 | 07:32 WIB

Tiga pasangan campuran taruna PB Djarum maju kebabak kedua turnamen Djarum Sirkuit Nasional Batam 2014 setelah mereka mampu menundukkan lawan-lawannya. Ketiga pasangan ini yaitu, Angger Sudrajat/Felicia Parmenas, Tedi Supriadi/Jessica Shohan Koesworo dan Jeka Wiratama/Chintia Rhizta Andreti.

Berlaga di GOR Banda Baru, pasangan Angger/Felicia mampu menaklukkan pasangan asal klub PB Mutiara Bandung, Agus Salim/Anggelica Caroline. Walaupun Angger/Felicia menang dua game langsung, mereka harus sedikit menguras tenaga. Bahkan, Felicia sering melakukan kesalahan dalam pengembalian bolanya. Skor dipertandingan ini yaitu 21-17 dan 21-19 untuk kemenangan Angger/Felicia.

Felicia, usai tanding mengatakan bahwa dirinya sempat panik saat bertanding tadi. Bahkan di game kedua, ketika lawan sempat mengejar perolehan angka menjadi 11-12. Mereka pun mencoba merubah irama bermain. Dan hasilnya, angka per angka pun dapat diperolehnya. Hingga memenangkan pertandingan ini.

“Setelah kami memimpin angka 11-4 di game kedua. Saya melakukan kesalahan dan kesalahan itu pun terulang hingga lawan mampu menyusul angka kami. Tidak mau kalah, kami coba mainnya mati-matian. Pokoknya kemana bola itu jatuh harus kami dapat. Lawan pun bermain bagus. Apalagi, pemainan Agus. Dia mengunakan tanggan kidal jadi susah mengatur permainannya,” tambah Felicia.

Sedangkan pasangan Tedi/Jessica berhasil menundukan pasangan Diva Arsila/Asnan Mahardika. Dalam waktu 28 menit, Tedi/Jessica menang dua game langsung dengan skor 21-18 dan 21-18. Menurut Jessica, kunci kemenangan hari ini adalah bermain menyerang dan percaya diri. Memang mereka perlu menguras tenaga untuk memenangkan pertandingan ini.

“Lawan lumayan bagus mainnya tetapi sering mati-mati sendiri. Angka kami kebanyakan dari kesalahan mereka. Di Makassar kemarin kami pernah bertemu dengan pemain putranya. Sedikit tahu lah permainan mereka,” tambah Jessica.

“lawan lumayan mainnya. Di Makassar kemarin kita sudah pernah ketemu. Tapi menangnya pun juga rubber. Kunci kemenangan tadi yaitu kita mainnya sabar dan tetap fokus saat bermain,” Ujar Tedi.

Berbeda dari kedua pasangan tersebut, pasangan Jeka/Chintia menang dengan mudah. Mereka hanya butuh 19 menit, untuk menghentikan langkah pasangan Febrizky Yafi/Ade Magfiroh. Mereka menang dua game langsung, skornya 21-11 dan 21-9. Jeka mengaku bahwa mereka tadi bermain lepas tanpa ada beban dan terutama tetap bermain fokus di lapangan tadi.

Keberhasilan ketiga pasangan ini, tidak dapat diikuti oleh pasangan Galang Decky Ramadhan/Mychelle Crhystine Bandaso. Pasalnya pasangan ini harus menyerah dari pasangan Muhamad Aria Wijaya/Monica Nggiu. Galang/Mychelle kalah melalui pertandingan rubber game dengan skor 14-21, 21-18 dan 15-21.

“Tadi mainnya sudah mau berani adu. Tapi saya sama patrner kadang masih banyak mati sendiri. Mainnya pun kurang berani menyerang. Masih kurang komunikasi sama patner tadi,” sahut Mychelle. (DS)

Djarum Sirnas Batam 2014] Dua Ganda Pemula Putri ke Babak Kedua.

Djarum Sirnas Batam 2014] Dua Ganda Pemula Putri ke Babak Kedua.
Selasa, 25/03/2014 | 07:52 WIB

Dari tiga wakil ganda pemula putri yang bertanding di laga pertama. Hanya dua ganda yang mampu bertahan dan melaju ke babak kedua turnamen Djarum Sirkuit Nasional Batam 2014. Kedua ganda putri ini berhasil mengalahkan lawan-lawannya, dengan dua game langsung. Mereka itu adalah Atika Sita Resmi/Indah Cahya Lestari dan Mia Dian Nurlia/Ribka Sugiarto.

Hanya dalam waktu 19 menit, Atika/Indah mampu menaklukkan Dinda Dwi Cahyaning/Stephanie Widjaja pada pertandingan yang berlangsung di GOR Banda Baru, Batam ini. Mereka menang dengan dua game langsung, 21-19 dan 21-13. Menurut Atika, game pertama, mereka kurang berkomunikasi makanya sempat ada perlawanan. Bahkan, banyak melakukan kesalahan sendiri.

“Tadi saya merasa kurang puas mainnya. Karena sering mati-mati sendiri. Bolanya banyak yang keluar. Pokoknya mainnya jorok. Namun kami tetap semangat. Fokus disetiap satu angka dan berusaha mengurangi kesalahan. Saya pun berharap, di babak kedua nanti harus lebih baik dari hari ini. Kesalahan hari ini harus bisa dikurangi. Terus belajar bermain didepan net dan belajar menurunkan bolanya,” Sahut Indah.

Setelah Atika/Indah, giliran pasangan Mia/Ribka pun maju kebabak kedua. Pasangan ini mampu mengalahkan pasangan Eprilia Mega As/Gabriella Juliana Zm dengan dua game langsung. Game pertama, pasangan ini sejak awal sudah menekan pertahanan lawan. Hanya saja di angka kritis sering melakukan kesalahan. Bahkan, di game kedua pun, kesalahan ini terulang kembali di angka kritis juga. Pasangan ini menang dengan skor 21-14 dan 21-12.

Mia, usai bertanding mengakui bahwa ia merasa tegang ketika diangka 19. Mereka banyak melakukan kesalahan. Bermodalkan semangat dan bermain aman. Akhirnya, mereka mampu menuntaskan dan meraih game pertama. Setelah sudah bisa mengendalikan permainan, percaya diri mereka pun timbul. Lagi-lagi di angka 19, game kedua, kesalahannya pun terulang kembali. Dengan modal keyakinan, game ini pun dapat direbutnya.

“Benar, pada angka 19 di game pertama maupun di game kedua, permainan kami kurang dapat. Bahkan, permainan net-nya  sering mati-mati sendiri. Setelah berhasil meraih game pertama, sudah bisa mengkunci permainan depan. Lebih bisa mengkontrol permainan lawan. Saya pun berharap babak kedua nanti, bisa lebih baik dari sekarang, bisa menyerang sejak awal dan bisa bermain aman lagi,”
sahut Indah.

Sementara itu, pasangan Agatha Emanuel/Alya Rahma Mulyani harus menerima pil pahit. Pasalnya, di laga pertama mereka tunduk dari pasangan Aldila Rizky/Rayhan Vania Salsabila. Mereka kalah mudah dua game langsung dengan skor 9-21 dan 14-21. (DS)

Malaysia Open Grand Prix Gold 2014] Febe Target Lolos Empat Besar

Malaysia Open Grand Prix Gold 2014] Febe Target Lolos Empat Besar
Selasa, 25/03/2014 | 08:30 WIB

Sumber foto: badmintonindonesia.org
Atlet Indonesia besutan PB Djarum, Maria Febe Kusumastuti memasang target untuk bisa melaju ke babak semifinal turnamen Malaysia Open Grand Prix Gold 2014. Turnamen ini dilangsungkan pada 25-30 Maret 2014 di stadion Perbandaran Pasir Gudang, Johor.

Di partai pembuka, Febe akan berhadapn dengan Chen Jiayuan asal Singapura. Jika lolos dari hadapan Chen, Febe kemungkinan besar akan ditunggu oleh Deng Xuan asal China di babak 16 besar.

“Target saya di turnamen ini adalah bisa lolos ke babak semifinal. Kalau bertanding di turnamen level grand prix gold harus masuk ke babak empat besar. Sedangkan di turnamen level international challenge, targetnya adalah juara. Untuk kelas super series, setidaknya babak delapan besar,” jelas Febe kepada badmintonindonesia.org.

Sang pelatih pun melihat bahwa Febe masih memiliki peluang untuk bisa memenuhi targetnya. “Saya rasa Febe tetap punya peluang untuk mengalahkan Deng, di pertemuan terakhir dia bisa menang,” ujar Sarwendah Kusumawardhani, sang pelatih.

Skor pertemuan sementara sama kuat 1-1 untuk Febe dan Deng. Pada pertemuan terakhir di Dutch Open Grand Prix 2013, Febe sukses menaklukkan Deng dengan skor 11-21, 21-19, 22-20. Kemenangan ini sekaligus membalas kekalahan Febe di Indonesia Open Grand Prix Gold 2012. Saat itu Febe kalah straight game, 16-21, 14-21.

Disisi lain, wakil merah putih lainnya, Aprilia Yuswandari akan berhadapan dengan wakil tuan rumah di babak pertama yaitu Tee Jing Yi. Pertemuan ini merupakan kesempatan buat Aprilia untuk membalas kekalahan di dua pertemuan sebelumnya.

“Aprilia itu tipe pemain serang, jadi dia sebetulnya lebih senang untuk bertemu dengan pemain dengan tipe reli. Sementara Tee adalah pemain serang dengan jumping smash yang cukup baik. Namun, saya kira Aprilia sudah siap untuk melawan Tee,” ungkap Sarwendah.

Terdapat delapan wakil tunggal putri Indonesia yang akan berjuang di turnamen berhadiah total 120 ribu dollar AS ini. Selain Febe dan Aprilia, ada juga wakil dari PB Djarum seperti Febby Angguni, Dinar Dyah Ayustine, dan Ana Rovita, ditambah wakil dari Klub Kawasaki Malayisa asal Indonesia, Milicent Wiranto serta Yulia Yosephine Susanto dan tunggal andalan PB Jaya Raya Adrianti Firdasari. (IR)


Selasa, 25/03/2014 | 08:30 WIB

Sumber foto: badmintonindonesia.org
Atlet Indonesia besutan PB Djarum, Maria Febe Kusumastuti memasang target untuk bisa melaju ke babak semifinal turnamen Malaysia Open Grand Prix Gold 2014. Turnamen ini dilangsungkan pada 25-30 Maret 2014 di stadion Perbandaran Pasir Gudang, Johor.

Di partai pembuka, Febe akan berhadapn dengan Chen Jiayuan asal Singapura. Jika lolos dari hadapan Chen, Febe kemungkinan besar akan ditunggu oleh Deng Xuan asal China di babak 16 besar.

“Target saya di turnamen ini adalah bisa lolos ke babak semifinal. Kalau bertanding di turnamen level grand prix gold harus masuk ke babak empat besar. Sedangkan di turnamen level international challenge, targetnya adalah juara. Untuk kelas super series, setidaknya babak delapan besar,” jelas Febe kepada badmintonindonesia.org.

Sang pelatih pun melihat bahwa Febe masih memiliki peluang untuk bisa memenuhi targetnya. “Saya rasa Febe tetap punya peluang untuk mengalahkan Deng, di pertemuan terakhir dia bisa menang,” ujar Sarwendah Kusumawardhani, sang pelatih.

Skor pertemuan sementara sama kuat 1-1 untuk Febe dan Deng. Pada pertemuan terakhir di Dutch Open Grand Prix 2013, Febe sukses menaklukkan Deng dengan skor 11-21, 21-19, 22-20. Kemenangan ini sekaligus membalas kekalahan Febe di Indonesia Open Grand Prix Gold 2012. Saat itu Febe kalah straight game, 16-21, 14-21.

Disisi lain, wakil merah putih lainnya, Aprilia Yuswandari akan berhadapan dengan wakil tuan rumah di babak pertama yaitu Tee Jing Yi. Pertemuan ini merupakan kesempatan buat Aprilia untuk membalas kekalahan di dua pertemuan sebelumnya.

“Aprilia itu tipe pemain serang, jadi dia sebetulnya lebih senang untuk bertemu dengan pemain dengan tipe reli. Sementara Tee adalah pemain serang dengan jumping smash yang cukup baik. Namun, saya kira Aprilia sudah siap untuk melawan Tee,” ungkap Sarwendah.

Terdapat delapan wakil tunggal putri Indonesia yang akan berjuang di turnamen berhadiah total 120 ribu dollar AS ini. Selain Febe dan Aprilia, ada juga wakil dari PB Djarum seperti Febby Angguni, Dinar Dyah Ayustine, dan Ana Rovita, ditambah wakil dari Klub Kawasaki Malayisa asal Indonesia, Milicent Wiranto serta Yulia Yosephine Susanto dan tunggal andalan PB Jaya Raya Adrianti Firdasari. (IR)

Malaysia Open Grand Prix Gold 2014] Wisnu Waspadai Iskandar

[Malaysia Open Grand Prix Gold 2014] Wisnu Waspadai Iskandar
Selasa, 25/03/2014 | 08:43 WIB

Sumber foto: badmintonindonesia.org

Atlet tunggal putra Indonesia, Wisnu Yuli Prasetyo akan menjadi salah satu harapan merah putih untuk mendulang gelar dan pengalaman di Malaysia Grand Prix Gold 2014. Di babak pertama, atlet asal Jawa Timur ini akan berhadapan dengan Iskandar Zulkarnain Zainuddin asal tuan rumah.

Meskipun ini akan menjadi pertemuan ketiga bagi dua tunggal ini, dimana di dua laga sebelumnya Wisnu selalu berhasil menaklukan harapan negeri jiran itu. Pertemuan pertama mereka terjadi di tahun 2012 silam, dimana kala itu Wisnu berhasil menyingkirkan Iskandar dengan skor 21-14 dan 21-14 di Malaysia International Challenge, sementara di tahun 2013 lalu, Wisnu menghapus harapan Iskandar untuk mendulang medali di ajang SEA Games. Wisnu kembali menaklukkan Iskandar dengan dua game langsung 21-10 dan 21-15.

Meski mengantongi dua kemenangan ini, Wisnu tak lantas menganggap remeh lawan. “Dua kali bertemu bisa menang dari dia, saya sudah tahu permainan lawan seperti apa. Tetapi saya tidak mau meremehkan, mungkin saja lawan sudah ada kemajuan. Jadi saya harus selalu siap,” ujar Wisnu kepada badmintonindonesia.org.

Sang Pelatih, Joko Santoso sendiri menargetkan Wisnu untuk bisa menembus babak semifinal pada turnamen berhadiah total 120 ribu dollar AS ini. “Kami harapkan Wisnu bisa menembus babak semifinal,” ujar Joko singkat.

Pada turnamen German Open Grand Prix Gold 2014, Wisnu sempat menyulitkan Marc Zwiebler, pemain rangking 11 dunia yang juga andalan Jerman. Wisnu memaksa Zwiebler bermain rubber game, 14-21, 21-16, 21-23.

Selain Wisnu, nomor tunggal putra juga diwakili Simon Santoso, Alamsyah Yunus, Alrie Guna Dharma, Andre Marteen, Thomi Azizan Mahbub, Setyaldi Putra Wibowo, Rudi Cahyadi Budhiawan, Andrew Susanto, Kho Henrikho Wibowo, Kaesar Akbar, serta Nathaniel Ernestan Sulistyo. (IR)

Malaysia Open Grand Prix Gold 2014] Jordan Kembali Bidik Gelar Juara di Malaysia

[Malaysia Open Grand Prix Gold 2014] Jordan Kembali Bidik Gelar Juara di Malaysia
Selasa, 25/03/2014 | 09:40 WIB

Sumber foto: badmintonindonesia.org
Tahun lalu, Indonesia sukses menjadi juara di Malaysia Grand Prix Gold 2013 melalui tangan Praveen Jordan/Vita Marissa di nomor ganda campuran. Kali ini, pasukan merah putih pun menyiapkan diri untuk merebut kembali tahta ini. Sebanyak lima pasangan ganda campuran Indonesia berburu gelar pada turnamen Malaysia Open Grand Prix Gold 2014.

Indonesia akan diwakili oleh lima pasang ganda campuran. Dua diantaranya asal Pelatnas yakni Praveen Jordan/Debby Susanto dan Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja. Sementara, tiga pasangan lainnya merupakan wakil asal PB Djarum. Mereka adalah Muhammad Rijal/Vita Marissa, Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati, dan Didit Juang/Komala Dewi.
 
Meskipun tahun ini tampil dengan pasangan yang berbeda, Praveen berarap ia dapat mempertahankan gelar juara yang diraih tahun lalu bersama Vita Marissa.

“Mempertahankan gelar tidak semudah meraih gelar, lebih sulit. Apalagi sekarang saya tampil bersama partner baru. Kami juga belum punya peringkat yang bagus. Tetapi saya tetap optimis, pokoknya harus bisa tampil maksimal dan memperbaiki peringkat,” ujar Praveen seperti dilansir oleh badmintonindonesia.org.

“Kami lebih fokus ke mengumpulkan poin sebanyak mungkin, kalau target saya pribadi sih pasti maunya juara. Semua pemain kan inginnya jadi juara. Tetapi kami mau fokus satu demi satu pertandingan dulu, soalnya persiapan latihan sepulang dari Swiss Open agak mepet,” kata Debby menambahkan.

Pada babak pertama, Praveen/Debby ditunggu pasangan Taiwan, Lu Chia Pin/Cheng Chi Ya. Jika lolos, pasangan yang baru mulai bermain pada bulan Januari 2014 ini kemungkinan berjumpa rekan senegara sendiri, Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati.

Babak pertama akan dilangsungkan pada Rabu (26/3), sementara pada hari Selasa (25/3)  dimainkan babak kualifikasi. Pasangan Didit Juang/Komala Dewi mesti merangkak dari babak kualifikasi melawan Wang Chia Min/Ya-Han Chang (Taiwan). (IR)